Lirik Raissa Anggiani - Losing Us Lyrics
Selasa, 14 Juli 2026
Lirik Fourtwnty - Kursi Goyang Lyrics
Raharja yang berlimpah harta
Kosong hatinya, hebat di dunia
Ternyata, oh, ternyata
Gagal tafsirmu tentang bahagia
Menepilah, membuka peta
Mencari makna rumahnya
Hai, puan dan tuan pulang
Kala luang tenang-tenang
Tempatmu di kursi goyang
Hai, tuan
Dan puan tuang air senang
Kala petang, lara hilang
Tertawa yang terlihat mata
Hambar rasanya yang teristimewa
Oh, menurut hamba
Nyatanya hanya biasa
Menepilah, membuka mata
Mencari makna rumahnya
Hai, puan dan tuan pulang
Kala luang tenang-tenang
Tempatmu di kursi goyang
Hai, tuan
Dan puan tuang air senang
Kala petang, ooh
Pam-pam-pa-ram-pam
Berdendang lalu bergoyang
Pam-pam-pa-ram-pam
Fana merah jambu tembangnya
Pa-ra-ram-pam, pa-ram
Pa-ra-ram-pam
Pam-pam-pa-ram, pa-ra-ra
Hai, puan dan tuan pulang
Kala luang tenang-tenang
Tempatmu di kursi goyang
Hai, tuan
Dan puan tuang air senang
Kala petang, lara hilang
Lirik Raissa Anggiani - Kau Rumahku Lyrics
Lirik Fourtwnty - Mangu Lyrics
Suatu malam adam bercerita
Hawanya tak lagi di jalur yang sama
Bacaan dan doa yang mulai berbeda
Ego dan air mata kita bicara
Gila tak masuk logika
Termangu hatiku
Kau menggenggam kumenadahnya
Berdamai dengan apa yang terjadi
Kunci dari semua masalah ini
Jujur tak mudah untuk melangkah pergi
Ini soal hati bukan yang diyakini
Ow gila tak masuk logika
Termangu hatiku
Kau menggenggam kumenadahnya
Ow gila ini tak biasa
Tertegun hatiku
Kau menggenggam kumenadahnya
Ho oh
Jangan salahkan faham ku kini tertuju oh
Siapa yang tau
Siapa yang mau
Kau di sana
Aku diseberangmu
Cerita kita sulit dicerna
Tak lagi sama
Cara berdoa
Cerita kita sulit diterka
Tak lagi sama
Arah kiblatnya oh
Cerita kita sulit dicerna
Tak lagi sama
Cara berdoa
Oh cerita kita sulit diterka
Tak lagi sama
Arah kiblatnya
Lirik Enau - Sesi Potret - Ari Lesmana Lyrics
Sabtu, 04 Juli 2026
Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu diijabah Sang Maha Kaya
Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah di tangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang...
[Reff]
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu
Sesi potret yang selalu kubenci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh... Satu... dua... tiga...
Ini nyata, kau telah pergi...
[Reff]
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikkan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu...